Tampilkan postingan dengan label kumpulan artikle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan artikle. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

Memburu Pahala Di Bulan Suci Ramadhan

Sebagai seorang mukmin kita memang diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan merupakan masa uji coba (Training) untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:
 " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".
Sesuai firman Allah diatas sudah jelas, Puasa memang diwajibkan bagi semua orang yang mengaku bahwa dirinya adalah mukmin. Namun, banyak yang memberi pengertian bahwa puasa itu sebatas menahan lapar dan haus semata. Nah dengan demikian merupakan hal yang lumrah diantara kaum mukmin yang melaksanakan puasa hanyalah sia-sia. Sehingga mereka tidak akan mendapatkan kemuliaan suci nan agung dibulan yang penuh barkah (Ramadhan).
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam ke-5 yang hukumnya wajib ditegakkan oleh seluruh umat Islam yang sudah menginjak usia Baligh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada Ilah (Tuhan) yang berhak diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah Rasulnya. Mendirikan Sholat, Menunaikan Zakat, Shaum di bulan Ramadhan dan naik Haji jika engkau mampu (melakukan perjalanan)." (H.R Muslim No. 8, Abu Dawud No. 4695, Tirmidzi No. 2610, Ibnu Majah No. 63 dan Nasa'i No. 5005)
Taburan pahala menjadi berlipat ganda telah membuat kita semua berupaya memburunya semaksimal mungkin. kitapun dapat mengobservasi semua aktifitas akan mendapatkan pahala berlimpah. Hal tersebut akan mendorong motivasi untuk melaksanakan ibadah sebaik-baiknya. Berikut diantaranya keistimewaan bulan Ramadhan.
Pertama, diharamkan dari api neraka bagi seseorang bila senang dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang bahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah haramkan Jasadnya masuk Neraka". (Al-Hadist)
Kedua, Diampuni dosa yang telah lalu. Kita sebagai manusia yang tak pernah lepas dari dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar akan terampuni dengan syarat haruslah melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Ketiga, Diprioritaskan masuk surga. Siapa sih yang tidak ingin masuk surga...?? Namun, hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Karena disetiap keinginan dan harapan, pastilah diiringi dengan usaha dan pengorbanan.
Keempat. Semua aktifitas akan bernilai ibadah dan dilimpahkan pahalanya. Tidak hanya Dzikir, Puasa, Sholat, akan tetapi tidurnya orang puasapun bernilai pahala. Rasulullah SAW bersabda: "Tidurnya ornag berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah Tasbih, Do'anya adalah Do'a yang mustajab. Pahala amalannyapun akan dilipatgandakan".
Kelima, Malam Lailatul Qadar. Sungguh beruntung bagi seseorang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar pada bulam Ramadhan ini. Beribadah dimalam ini samahalnya dengan beribadah seribu bulan. Akan tetapi jarang sekali yang mendapatkan malalm ini, dikarnakan sungguh amat-amat tersembunyi tanpa diketahui oleh seseorang.
Dengan kelima keistimewaan diatas, dianjurkan kepada kita untuk berhati-hati terhadap perkara-perkara yang kiranya dapat membatalkan Puasa. Diantaranya, Berbohong (dusta), Provokasi (undat-undat), Janji palsu, dan melihat dengan Syahwat.

Rabu, 02 Januari 2013

MENUJU KESUKSESAN AKHIRAT

Setiap pribadi orang pastilah tertanam rasa ingin sukses.
seperti anggapan banyak orang kesuksesan itu cenderung berhubungn dengan kehidupan dunia, seolah-olah dunia ini akan hidup selamanya. mereka tidak sadar bahwa kesuksesan akhiratlah yang terpenting dan bertahan lebih kekal.
kesuksasan dunia dapat membawa sifat sombong dalam diri qt. namun tidak semuanya demikian, asalkan kita tetap menjaga diri kita supaya ada dijalan yang di ridhoi ALLAH SWt, yaitu jalan kebenaran...dengan itu maka kesuksesan dunia tidak dapat terlepas dengan kesuksesan akhirat. karena sesudah kehidpan dunia akan ada khidupan akhirat. semua manusia akan kekal didalamnya. dan semua hal yang dilakukan didunia akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat.
Meskipun keberhasilan tidak mudah untuk diraih, bukan berarti keberhasilan itu mustahil. keberhasilan akan segera menghampiri kita, asalkan kita tetap berusaha mewujudkan impian yang selama ini kita tunggu. dalam dunia ini tidak terlepas dengan proses, artinya segala sesuatu pastilah ada prosesnya. mana ada di dunia ini langsung terwujud?? tidak kan?? semuanya pasti melalui dengan proses. kita harus menanamkan karakter sabar, ulet, tulus, dan menghargai proses. setrategi-setrategi haruslah difikirkan secara matang oleh kita. lain halnya bila strategi yang digunakannya itu tidak sesuai dan terkesan tidak cocok, maka keberhasilan akan sulit diraih bahkan tidak akan dapat diraih.
Oleh karena itu perlu kiranya mempersiapkan diri dan pikiran kita menuju ke arah yang maju dan sukses. Meskipun pada dasarnya kita tidak mengetahui kapan dan bagaimana keberhasilan tersebut akan datang. Dan jangan pernah berpikir kalau kita tidak akan dapat meraih sukses atau bahkan berpikir bahwa sukses hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang mempunyai materi yang lebih. Tetapi coba berpikir bahwa segala sesuatu dapat diraih termasuk keberhasilan apabila ada kemauan yang besar dalam diri serta mau mewujudkannya.

berikut cara kita untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat:
1. taubatan nasuha.
ini merupakan hal yang paling penting dan yang paling utama dari sekian banyak kunci menuju  kesuksesan. dengan taubat pastilah pintu kesuksesan akan terbuka.
2. shalat wajib awal waktu (khusus laki-laki di masjid) mengapa?
karena sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab oleh ALLAH. kalau sholatnya baik, maka amalan yang lain baik, kalau sholatnya buruk, maka amalan yang lain juga buruk. dan sholat awal waktu adalah sebuah kebaikan tersendiri. bukankah kita tidak ingin dianggap lalai jika kita tidak sholat awal waktu? jadi, jangan telat sholat wajib apalagi meninggalkan sholat.
3.lakukanlah shalat sunah
shalat sunah ini dapat mempertambah pahala kita. dan juga doa yang sering diterima adalah doa ketika melaksanakan shalat sunah. seperti shalat tahajjud, duha, kabliah dan ba'diah, dll.
4. sedekah yang terbaik
sedekahkan apa yang terbaik yang kita punya. makin baik sedekah kita, makin mudah kitamembuka pintu kesuksesan. memang tidak apa-apa kita sedekah dengan sesuatu yang kita sebut dengan ’sisa’, tapi itu berarti kita tidak memberikan yang terbaik
5. percayalah pada diri sendiri.
dengan percaya diri tetrsebut kita akan mengetahui letak kekurangan dan kelebihan dalam diri kita. dan kita akan belajar banyak dari hal yang telah kita lakukan. contohnya: belajar dari pengalaman/kegagalan. jika kalian sudah mengandalkan orang lain, maka siap-siaplah kalian untuk kecewa. cobalah untuk terus percaya diri dan bersikap diri walaupun hasil yang kita peroleh tidak maksimal. percayalah itu semua merupakan awal dari kesuksesan terbesar kita.
6. mengubah pola pikir yang pesimis menjadi pola pikir optimis yang mengarah kepada keberhasilan, dan bayangkan diri seolah-olah berada pada keberhasilan. Cara membentuk pikiran ini sangat penting mengingat semua yang dilakukan berdasarkan pada kemampuan jalan pikiran. jika kalian susah beranggapan bahwa kalian tidak akan berhasil, maka kalian tadak akan pernah memetik keberhaasilan itu.
7. teruslah bermimpi
dengam bermimpi kalian akan mendapatkan sebuah semangat. dan kalian akan berusaha dengan modal semangat itu.
8. jangan berhenti mencoba.
dalam sebuah perjuangn pastilah akan dihadang oleh kegagalan. namun kita tidak usah kecil hati. dari kegagalan itulah yang akan menghasilkan keberhasilan. asalkan kita terus mencoba dan mencoba.
 
dan satu hal pesan dari saya " ingatla 3B"
BERJUANG, BERKARYA, BERDZIKIR.

WHERE THERE IS WILL, THERE IS WAY

Salam Pengetahuan,,,,,!!!
By: Riyandi_Jack28

Kamis, 06 Desember 2012

PENDIDIKAN DI TENGAH – TENGAH ARUS GLOBALISASI DAN MODERNISASI

                                     
1. Pengertian Globalisasi, Modernisasi Beserta Dampaknya
Menurut kamus besar bahasa globalsasi merupakan fenomena yang menjadikan dunia mengecil dari segi perhubungan manusia. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan tekhnologi yang sangat cepat. Sedangkan modernisasi diartikan sebagai perubahan dari keadaan yang tradisional atau pra modrn mejuju masyarakat modern.
Sedangkan menurut beberapa para ahli memberikan pengertian sebagai berikut
  • Menurut Giddens dalam buku sosiologi. Globalisasi adalah proses peningkatan saling ketergantungan masyarakat dunia yang ditandai kesenjangan besar antara kekayaan dan tingkat hidup masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga.
  • Thomas L. Friedman : Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
  • Malcom Waters : Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
  • Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.
  • Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar)
  • Menurut Wilbert E Moore modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomi dan politis yang menjadi ciri negara-negara barat yang stabil. Karakteristik umum modernisasi yang menyangkut aspek-aspek sosio-demografis masyarakat dan aspek-aspek sosio-demografis digambarkan dengan istilah gerak sosial (social mobility). Artinya suatu proses unsur-unsur sosial ekonomis dan psikologis mulai menunjukkan peluang-peluang ke arah pola-pola baru melalui sosialisasi dan pola-pola perilaku.
  1. Dampak Globalisasi dan Modernisasi Bagi Pendidikan di Indonesia
Globalisasi mengandung arti terintegrasinya kehidupan nasional ke dalam kehidupan global. Dalam bidang ekonomi, misalnya, globalisasi ekonomi berarti terintegrasinya ekonomi nasional ke dalam ekonomi dunia atau global (Fakih, 2003: 182). Bila dikaitkan dalam bidang pendidikan, globalisasi pendidikan berarti terintegrasinya pendidikan nasional ke dalam pendidikan dunia. Sebegitu jauh, globalisasi memang belum merupakan kecenderungan umum dalam bidang pendidikan. Namun gejala kearah itu sudah mulai Nampak. Oleh karena itu, dewasa ini globalisasi sudah mulai menjadi permasalahan actual pendidikan. Permasalahan globalisasi dalam bidang pendidikan terutama menyangkut output pendidikan. Seperti diketahui, di era globalisasi dewasa ini telah terjadi pergeseran paradigma tentang keunggulan suatu Negara, dari keunggulan komparatif (Comperative adventage) kepada keunggulan kompetitif (competitive advantage). Keunggulam komparatif bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, sementara keunggulan kompetitif bertumpu pada pemilikan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas (Kuntowijoyo, 2001: 122).                    
 Dalam konteks pergeseran paradigma keunggulan tersebut, pendidikan nasional akan menghadapi situasi kompetitif yang sangat tinggi, karena harus berhadapan dengan kekuatan pendidikan global. Hal ini berkaitan erat dengan kenyataan bahwa globalisasi justru melahirkan semangat cosmopolitantisme dimana anak-anak bangsa boleh jadi akan memilih sekolah-sekolah di luar negeri sebagai tempat pendidikan mereka, terutama jika kondisi sekolah-sekolah di dalam negeri secara kompetitif under-quality (berkualitas rendah). Kecenderungan ini sudah mulai terlihat pada tingkat perguruan tinggi dan bukan mustahil akan merambah pada tingkat sekolah menengah.                                                                                                                                         
  Bila persoalannya hanya sebatas tantangan kompetitif, maka masalahnya tidak menjadi sangat krusial (gawat). Tetapi salah satu ciri globalisasi ialah adanya “regulasi-regulasi”. Dalam bidang pendidikan hal itu tampak pada batasan-batasan atau ketentuan-ketentuan tentang sekolah berstandar internasional. Pada jajaran SMK regulasi sekolah berstandar internasional tersebut sudah lama disosialisasikan. Bila regulasi berstandar internasional ini kemudian ditetapkan sebagai prasyarat bagi output pendidikan untuk memperolah untuk memperoleh akses ke bursa tenaga kerja global, maka hal ini pasti akan menjadi permasalah serius bagi pendidikan nasional.   Globalisasi memang membuka peluang bagi pendidikan nasional, tetapi pada waktu yang sama ia juga mengahadirkan tantangan dan permasalahan pada pendidikan nasional. Karena pendidikan pada prinsipnya mengemban etika masa depan, maka dunia pendidikan harus mau menerima dan menghadapi dinamika globalisasi sebagai bagian dari permasalahan pendidikan masa kini.
Adapun Dampak glolbalisasi bagi pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut:
1.      Dampak Positif
  1. Pengajaran Interaktif Multimedia
    Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
  2. Perubahan Tata Nilai MasyarakatModernisasi dan globalisasi menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua  irasional menjadi rasional. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat masyarakat menjadi lebih  mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
  1. menuju ke dalam kehidupan yang lebih baik. Modernisasi dan globalisasi mendorong pertumbuhan industri canggih yang merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2.      Dampak Negatif
  1. KomersialisasPendidikan
    Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis.
  2. Munculnya Pola Hidup Konsumtif. Modernisasi dan globalisasi mendorong perkembangan industri yang pesat untuk penyediaan barang kebutuhan masyarakat sehingga tingkat konsumsi masyarakat juga akan meningkat.
  3. Munculnya Sikap Individualistik. Karena dimudahkan teknologi maju, masyarakat menjadi individualistik.
  4. Gaya Hidup Kebarat-baratan
      Modernisasi dan globalisasi memunculkan sifat kebarat-baratan dari generasi muda. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.                                                                                      
       Memang pada zaman modern ini membuat kita lebih mudah dalam mengerjakan aktifitas sehari – hari. Dan juga fasilitas dalam kehidupan sedikit banyak bisa terpenuhi. Namun, kenyataannya dengan hadirnya modernisasi ini banyak terjadinya pelanggaran dimana – mana. Katakanlah Hand Phone yang semula untuk saling berkomonikasai malah dibuat untuk menyi pan film – film sembronoh (sex), Internet yang semula untuk mencari informasi penting malah dibuat untuk mendownload hal-hal yang berbau maksiat.                                                                       
    Nah dengnan demikian, sungguh beruntungnya bagi orang yang dapat memanfaatkan fasilitas “serba mudah” dengan sebaik-baiknya. Dan justru kebalikannya, sungguh sangatlah rugi bagi orang yang tidak dapat memanfaatkan fasilitas “serba mudah” tersebut dengan sebagaimana mestinya. Karena akhir-akhir ini yang sering kita liat malah sesuatu yang sangat menyedihkandan membuat hati ini semakin miris melihatnya (Pergaulan bebas, narkoba, porno grafi/aksi, dll). Hal tersebut sudah lumrah terjdi pada Negara yang beragama mayoritas islam ini “Indonesia”.                                                                               
       Yang jadi pertanyaannya, mengapa hal-hal diatas sebagian besar terjadi pada kalangan remaja? Tidak disadari oleh kita semua, seakan-akan kita sudah dijajah oleh kemajuan tehnologi ini hususnya remaja. Seolah-olah mereka ingin menghancur pribadi remaja sekarang. Begitu banyak fasilitas globalisasi ini yamg membuat para pejabat semakin bejat, para pelajar semakin kurang ajar, dan umat semakin terlaknat.                                                                                   
    Namun, kita tidak perlu berpaling dari kemajuan tersebut, agar kita dapat mengatahui perkembangan zaman yang penuh dengan nuansa baru ini. Sebenarnya dalam islam sudah disertai dengan sebuah kekuatan (power) yang gunannya untuk memfilter hal yang berbau maksiat tersebut. Asalkan kita semua tetap berada dijalan Allah SWT, dan selalu memegang syariat islam dengan sebaik-baiknya.
SUMBER REFRENSI                                                                      
UURI No. 20 Th. 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), Citra Umbara, Bandung, 2003.
Miqdad Yeljen, Globalitas Persoalan Manusia Modern (Solusi Tarbiyah Islamiyah), Risalah Gusti, Surabaya, 1995.
Perquin, Russen dan Carp, Pendidikan Keluarga dan Masalah Kewibawaan, IKIP, Bandung, tt,
Fakih, Mansour, 2000. Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Insist Press dan Pustaka Pelajar.
Suyanto, 2006. Dinamika Pendidikan Nasional (Dalam Percanturan Dunia Global). Jakarta: PSAP Muhammadiyah
Maarif, Ahmad Syafii, 1987. “Masalah Pembaharuan Pendidikan Islam”, dalam Ahmad Busyairi dan Azharudin Sahil ( ed .). Tantangan Pendidikan Islam. Yogyakarta: LPM UII.

 Salam Pengetahuan
By: Riyandi_Jack


Sabtu, 24 November 2012

PENTINGNYA PENDIDIKAN


Menurut Undang – Undang Sisdiknas No. 20/2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif dalam pengembangan potensi dirinya. Nah dalam konteks ini untuk mengembangkan potensi dalam setiap pribadi umat bias dicapai melalui pendidikan. Selain itu pendidikan juga dapat meningkatkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan dalam bermasyarakat, angsa dan Negara. 
Melihat dari kalangan remaja Indonesia sekarang ini telah banyak melakukan hal yang senonoh. Baik itu pelanggaran kecil maupun pelanggaran berat yang dapat merugikan. Hal itu dikarenakan para remaja tidak menjalankan proses pendidikannya secara tidak baik. Padahal masa depan bangsa ini ada pada tangan remaja. Kesuksesan bangsa bisa dilihat dari tingkat remajanya. Kalau para remaja banyak yang mempunyai kemampuan tinggi, pastilah cita – cita Negara dapat terpenuhi. Namun sebaliknya, jikalau para remaja banyak yang amburadul, maka cita – cita Negara ini akan terancam.
 Jadi kita sebagai remaja Indonesia tentunya tidak mau bila Negara kita ini akan merosot dan ditinggalkan oleh perkembangan zaman. Benar kan…? Saya rasa itu bukanlah hal yang sulit. Sekarang ini yang dibutuhkan hanyalah kesadaran untuk berubah. Apalagi sekarang pemerindah sudah menekankan wajib belajar 12 tahun. Para kalangan manyarakat yang tudak mampu janganlah hawatir akan hal itu, karna pemerintah juga menyediakan bantuan dengan sekolah gratis untuk kalangan yang kurang mampu tersebut.
 Menurut hemat saya hanya pendidikanlah yang optimal untuk membawa para remaja ini dalam nuansa perubahan (AGENT OF CHANGE), dan pribadi yang unggul (PERSONAL EXCELENT). Pendikan nasional juga berfungsi untuk mencetak pribadi yang berkualitas, bertanggung jawab, membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (pasal 3, UU Sisdiknas No 20/2003).
Dalam pendidikan terdapat beberapa unsur utama. Yaitu
  1. Pendidik
    Pendidik ini merupakan seseorang yang dapat mempengaruhi peserta didiknya dengan membimbing, memberi (materi, motivasi, pengarahan, dll), serta menuntun. Pendidik meliputi guru, orang tua, kakak, pemimpin, ulama’, kyai, dll.
  1. Terdidik
    Terdidik ini samahalnya dengan peserta didik atau siswa. Siswa harus mampu menjalani proses peratura pendidikan yang sudah ada.
  1. Sarana dan prasarana
    Sarana dan prasarana ini merupakan hal yang penting untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan sarana pendidikan dapat berjalan secara efisien atau mudah.
  1. Metode
    Metode ini merupakan cara yang ditempuh pendidik dalam mendidik para peserta didik. Pendidik harus mempunyai sara yang baik agar mudah dipahami.
  1. Tujuan 
    kelima metode ini haruslah terpenuhi dalam pendidikan. Jika tidak, maka system pendidikan tidak akan berjalan dan bisa jadi akan buyar. System itu sendiri adalah satu kesatuan unsur yang tidak dapat dipisahkan dan dalam unsur tersebut saling bekerja sama serta saling melengkapi untuk memenuhi tujuannya. Tapi, unsur yang dimaksud diatas adalah unsur utama.

    Seperti apa yang kita ketahui unsur itu ada dua. Pertama, unsur utama ialah unsur yang paling penting dalam perannya dan juga sangat dibutuhkan dalam proses pelaksanaan. Apabila tidak terpenuhi dengan unsur pertama, maka akan mengakibatkan fatal dan akan menghasilkan tidak sempurna. Kedua, unsur terperinci bisa dikatan sebagai unsur pelengkap saja. Artinya, unsur ini hanyalah melengkapi dari kekurangan peran unsur umum. Guna untuk mengsilkan lebih baik lagi.

    Didalam pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum atau agama saja, melainkan tidak kalah pentingnya Akal, Jasmani, dan Rohani jugalah di didik secara baik. Apabila ketiga ini belum di didik, maka pribadi peserta didik akan bertolak belakang dengan pendidikannya. Karena ini merupakan hal kongkrit yang mendukung tingkat kesadaran para siswa.
    Pendidikan dapat diselenggarakan dimanapun, baik itu disekolah, rumah, pondok, dan sebagainya. Yang penting peserta didik dapat memahami apa yeng di berikan oleh pendidik. Namun sekarang yang umum dijadikan sebagai tempat pendidikan adalah sekolah. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskrimanitif dengan menjungjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa (pasal 4(1) Disdiknas No 20/2003).

    Sekolah telah dianggap sebuah pabrik yang memproduksi manusia yang terstandar melalui Ujian Nasional yang uniform. Namun, pendidikan saat ini hanyalah sekedar ingin mendapatkan ijasah belaka. Bertolak belakang dengan apa yang telah digagaskan oleh Ki Hajar Dewantara, Mohammad syafei, yang mengatakan pendidikan itu merupakan suatu proses yang membebaskan. Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang mengembangkan kreaktivitas dan potensi peserta didik yang beragam.

    Didalam pendidikan tentunya akan menjalani dengan sebuah proses. Proses pendidikan itu sendiri adalah bimbingan kepada peserta didik seutuhnya dan bukan aspek kognitif belaka. Hakikat belajar yang sesungguhnya adalah proses pembelajaran yang memanusiakan, yakni membantu peserta didik mengembangkan potensinya yang beragam dengan bantuan guru yang semakin lama menuntunnya dari belakang.

    Akan tetapi pendidikan ini bukan hanya diharuskan bagi para remaja saja. Namun seluruh umat dituntut untuk menimba ilmu sebanyak – banyaknya, guna untuk bekal di kehidupan mendatang. “UTLUBUL ILMA MINAL MAHDI ILAL LAHDI” yang artinya menuntut ilmu itu dari lahir sampai ke liang lahat.





    Salam Pengetahuan,,,,!!!
    Riyandi_jack.28





Labels

Total Page Views